Pages

epring

aku selalu berharap semua akan seperti di aku yang ada sebelum ini, di dalam setiap waktu ketika malam menghampiri. sebenarnya sudah ada hanya tidak mau melihat bagian yang ku pegang. sesuatu itu pemberian dan sungguh aku tidak pernah tahu menahu hingga mulut-mulut mulai menyapa.
kini langkah menjadi serupa mata. ya, mata yang sesungguhnya. bukan mata palsu. menerobos bangunan baja di depan dengan mudah sekali. setelah itu, ada sesuatu lain bercahaya gemerlap menyetubuhi diriku. sayang, itu beberapa persen saja.